Monday, December 5, 2016

Pantun Hati Rawan


belayar ke hujung tanjung
mudik ke hulu beli berangan
budi kalian rasa nak junjung
berbunga di hati menjadi kenangan.

Berarak ke barat si mega mendung
gerimis petang membasahi bumi
rasa sedih tak mampu dibendung
hiba terbawa ke dalam mimpi.

Burung merpati terbang sekawan
hinggap mari di pohon mati
saat berpisah hatiku rawan
pilu menusuk ke dalam hati.

Cincin emas batu permata
permata nilam jadi idaman
Pabila jauh utuslah kata
bingkiskan rindu di balik awan.



Cikgu Khaty
5 Disember 2016










Sunday, April 10, 2016

AKU ORANG BIASA

Aku orang biasa
Tak punya apa-apa
Sekadar berkongsi cerita
Tentang kehidupan dunia fana.

Yang baik contohilah
Yang buruk jauhilah
Yang elok teladanilah
Yang janggal abaikanlah.

Kalau silap tegur-tegurkan
Kalau salah betul-betulkan
Kalau tak tahu ajar-ajarkan
Kalau lupa ingat-ingatkan
Kerana aku insan biasa
Tiada punya apa-apa
Sering silap sering lupa
Kadang buat orang terluka.

Aku orang biasa
Miskin tidak kaya pun kurang
Budi bahasa sekadar cuma
Hebat tidak tokoh pun bukan
Mencari keberkatan
di bumi Allah.

(CIKGU KHATY
10 April 2016)

Friday, February 12, 2016

KETERBATASAN

Sementara menunggu mentari berlabuh
aku tatap wajah ombak
datang dari jauh dan berkejar-kejar ke tepi pantai.
Suara ombak kadang sayup kadang mengerikan
tiada siapa menghampirimu
dan kau bagai marah datangmu tanpa disambut.

Sayup wajah laut bagai ada keresahan
membiar jasadnya ditampar ombak yang makin pantas berlari
sebentar lagi mentari beristirehat
setelah lelah sepanjang siang
menyuluh alam seperti lazimnya.

Aku melihat wajah ombak dan hamparan lautan
dasarnya sebuah kehidupan yang tidak dapat kutinjau
mungkin segala kehidupan di sana tenang dengan kehidupan mayanya
tanpa hirau resah gelisah di pentas lautan yang membumbunginya.

Kita dengan keterbatasan manusia
hanya mampu merenung dengan keterbatasan pandang
hanya mampu mengapai dengan keterbatasan jarak
hanya mampu melontar kata dengan keterbatasan suara
dan hanya mampu berfikir dengan keterbatasan akal.

Maka sedarlah
kita amat kerdil
di antara laut dan daratan
antara langit dan bumi
apatah lagi sebagai hamba-NYA.



Cikgu Khaty (6.40ptg- 11 Feb 2016)